[ Minggu, 13 September 2009 ]
Josias Hehanusa Bantu Penderita HIV/AIDS lewat Ramuan Obat Herbal
Pasien dan penderita HIV/AIDS umumnya hanya bisa pasrah meski menjalani pengobatan bertahun-tahun. Dengan virus dan penyakit di tubuh, mereka biasanya tinggal menuju ajal. Prihatin atas hal tersebut, Josias Hehanusa berhasil menemukan ramuan obat yang diklaim mampu menyembuhkan penyakit tersebut.
YERI VLORIDA, Jakarta
---
DALAM 30 hari terakhir kondisi kesehatan Ided, 29, berubah. Itu terjadi setelah pria berkulit gelap itu menikmati ramuan herbal HN1 temuan Josias.
Warga Jakarta Barat tersebut mengidap HIV/AIDS sejak 2005. Selama menjalani terapi itulah, tingkat kekebalan tubuhnya mulai meningkat dari 156 pada Maret lalu menjadi 384 saat ini. ''Hasil uji pendeteksi virus HIV menunjukkan bahwa tidak lagi terdeteksi virusnya,'' ujar Ided menuturkan kesaksiannya.
Ramuan obat itu menimbulkan harapan bagi Ided untuk bisa menikmati hidup lebih panjang. Apalagi, dia jenuh dengan pengobatan yang dijalani di rumah sakit. Dia mengungkapkan bukti bahwa penyakit yang dideritanya kini mulai membaik.
Lain lagi cerita Edo, 40, yang terkena HIV/AIDS akibat mengonsumsi narkoba. Warga Tangerang itu mengaku sebetulnya mengikuti program substitusi untuk pengobatan di sebuah puskesmas di kawasan Jakarta Barat. Bertahun-tahun mengikuti pengobatan medis di puskesmas, Edo akhirnya memutuskan berhenti. Dia merasa lelah dengan pengobatan Metadone (substitusi narkoba).
Program pengobatan dengan Metadone memang disediakan pemerintah di puskesmas yang dirujuk untuk mengobati pasien HIV/AIDS. Selanjutnya, Edo beralih mengonsumsi herbal HN1 selama sebulan terakhir. Hasilnya, kondisinya makin membaik.
Kesaksian beberapa pasien HIV/AIDS itu sudah cukup meyakinkan Josias bahwa penyakit itu bisa disembuhkan. Bahkan, di kampung halamannya, PNS (pegawai negeri sipil) Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Tengah itu berhasil menyembuhkan beberapa penderita. ''Saya ingin menolong mereka agar sembuh. Ada buktinya, setelah mengonsumsi herbal yang saya buat, pasien berangsur membaik,'' ujar pria kelahiran Titawai, Maluku Tengah, 1963 itu.
Menurut dia, Metadone belum bisa menjamin kesembuhan penderita. Sayangnya, karena alasan belum dipatenkan, Josias enggan merinci bahan ramuan obat herbalnya.
Dia hanya memastikan bahwa obat itu diramu dari tanaman laut dari kawasan perairan Maluku. ''Karena ada bukti bahwa penyakit HIV/AIDS bisa sembuh, pemerintah harus peduli untuk menolong pasien dengan memberikan obat alternatif,'' ujarnya.
Dia mengungkapkan, kekayaan alam laut yang berlimpah di daerah kelahirannya, Titawai, Kabupaten Maluku Tengah, membawa berkah. Apalagi, di tanah leluhurnya itu biota laut masih sangat mudah didapat. Bahkan, sejak 2007 lalu Josias berhasil mengobati salah satu pasien penderita HIV/AIDS.
Percaya bahwa temuannya dapat menyembuhkan, dia memberanikan diri menawarkan pengobatan pasien HIV/AIDS ke Pemkab Titawai lewat Dinkes. Namun, lantaran ramuan itu dianggap hanya obat herbal, tawarannya ditolak. Tak putus asa, Josias pun ingin membuktikannya ke Jakarta. Dia datang ke ibu kota beberapa bulan lalu. Saat itu dia menjalin kerja sama dengan para aktivis dan relawan HIV/AIDS yang memiliki jaringan pasien penderita.
''Melalui sistem jaringan itulah, informasi terus dikembangkan. Sebulan mencoba terapi herbal yang saya temukan, pasien bisa sembuh. Masa pengobatan bergantung pada kondisi tubuh pasien,'' jelasnya.
Dia mengaku memberikan ramuan obat itu secara gratis. Ramuan itu tidak dijual karena dia ingin menolong. Alasannya, sakit saja sudah susah, apalagi harus mengonsumsi obat seumur hidup.
Dia bertutur, selama menangani pasien di Jakarta, tak kurang belasan orang yang menjalani terapi. Dan, hasil pemeriksaannya, pasien mulai pulih. Ada juga yang sudah bisa beraktivitas.
Dia mencontohkan, salah satu pasien bernama Umar, 29, mengalami gangguan sesak napas dan tidak memiliki nafsu makan akibat terkena HIV. Kini, dia bisa makan dan sesak napasnya mulai hilang.
Perjuangan Josias menemukan ramuan obat herbal itu adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sebagai raja Titawai, dia menginginkan penderita HIV/AIDS bisa bertahan hidup. ''Sejak tiga tahun lalu, sepupu saya sembuh dari penyakit itu setelah mengonsumsi ramuan obat herbal.'' (*/dwi)